Di awali dan dilatar belakangi keadaan dan kenyataan oleh adanya kehancuran Akhlak dan Moral umat manusia yang sudah pada taraf memprihatinkan yang di tandai oleh beberapa hal antara lain tsunami, gempa bumi, kapal tenggelam, lumpur lapindo, kelaparan, kedzoliman,  kefasikan dan penindasan, homo seksual, lesbi dan perzinahan,  pengkeboan, pembinatangan manusia oleh manusia lain, berlangsung dimana-mana dan manusia telah menjauh dari kebenaran yang diperintahkan oleh Allah Swt Tuhan Yang Maha Esa maka lahirlah pemahaman baru yaitu System Pedoman Hidup Manusia TRI FALAQ TUNGGALLISTIK.

Demi masa bahwa setiap yang hidup pasti mati  yang berawal pasti berakhir yang dicipta wajib mematuhi tunduk dan patuh serta menyembah dan berbakti pada penciptanya namun  pada kenyataannya kebanyakan umat manusia telah  keluar dan menjauh dari tujuan penciptaannya yang seharusnya manusia  berbakti dan menjalankan perintah dan mengikuti kehendak sang pencitaNya pada kenyataanya kebanyakan manusia melakukan perbuatan  yang mengarah kepada kehidupan tak beretika, tak bermoral sekaligus sangat cenderung lebih biadab dari binatang yang paling buas di alam semesta dan berani terang-terangan melawan dan menyekutukan Allah Swt. Tuhan Yang Maha Esa.

Keadaan jahiliyahan tersebut di atas merupakan akibat terbangun dan kokohnya Sistem Kehidupan Sosialisme, Kapitalisme, Materialisme, Kolonialisme, Komunisme, Atheisme, Hedonisme, Liberalisme, Agamisme, Radikalisme, Fragmatisme, dan sejenisnya, yang di agung-agungkan, lalu disajikan, serta di mapan-mapankan, yang seakan-akan sesuai dengan Kehendak Allah Swt. Tuhan Yang Maha Esa padahal kenyataannya adalah sebaliknya.

Yang lebih menakutkan dari sistem tersebut di atas tidak dibangun sistem yang lebih baik sebagai keseimbangan  sistem bangunan kehidupan baru yang mampu Menetralisir dampak negatif yang ditimbulkannya, padahal gaya hidup kebendaan duniawi Materialisme perlu diimbangi dengan gaya hidup kerohanian dan keimanan terhadap Allah Swt Tuhan Yang Maha Esa.

Yang pada hakekatnya kalau diteliti dan diamati dengan seksama faham-faham tersebut di atas di dalam pelaksanaannya banyak hal yang bertentangan serta berbenturan dengan hukum-hukum dan perintah Allah yang maha kuasa bahkan sangat jauh dari kebenaran hakiki yaitu faham tersebut sarat dengan keinginan manusia biadab yang menuruti hawa nafsu duniawi saja sehingga hal tersebut di atas membuat moral dan etika manusia di dunia menuju kearah kehancuran total dan biadab.

Salah satu bukti akibat Sistem Kapitalisme dan Liberalisme dan sistem lainnya yang datang dari pemikiran-pemikiran ahli filsafat barat yang telah menyebar keseluruh penjuru dunia akibatnya saat ini kebanyakan umat  manusia di dalam praktek kehidupan sehari-hari lebih mengutamakan duniawi dan mengutamakan Kekuatan, Kekuasaan, Emas dan Jabatan sebagai pembenaran, kebiadaban yang dilakukannya.

Padahal dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan perintah Allah Swt manusia wajib mendahulukan Kebenaran, Kesucian dari pada Kekuatan, Kekayaan dan Kekuasaan atau dengan kata lain Kebenaran adalah Sumber Kekuatan Dan Kesuksesan“

Bukan seperti saat sekarang ini kebanyakan penguasa yang tak bermoral, tak beretika lebih cenderung mengutamakan kekuatan dan memuja hawa nafsunya yang ada pada dirinya yang akhirnya menjerumuskan umat manusia kepada kehidupan yang lebih sengsara dan menyesatkan, Layaknya orang buta menuntun orang buta yang kehilangan tongkatnya. Dan akhirnya keduanya Penguasa dan umat manusia terjerumus dan jatuh ke dalam jurang kesengsaraan dan penderitaan serta kesesatan yang nyata (Dapat kita bayangkan bersama bagaimana jika  orang bingung dan bodoh menuntun orang yang bingung dan bodoh pula juga tidak mendapatkan petunjuk dan ridho dari Tuhan Yang Maha Esa, apa akibatnya...?).

Yang lebih berbahaya dari sistem yang bertentangan dengan hukum kebenaran Tuhan saat ini menjadikan masyarakat  telah jatuh pada kondisi yang mengecewakan ke bentuk kekecewaan yang baru pada akhirnya tanpa disadarinya mereka jatuh dalam cengkraman kekuasaan sang penguasa yang dzolim, dan biadab serta tidak berperikemanusiaan.

Padahal seharusnya manusia hanya menggantungkan hidup dan kehidupannya dan hanya bergantung kepada Allah Swt Tuhan Yang Maha Esa dan seharusnya sesama manusia saling tolong menolong dalam kebajikan demi rahmat untuk alam semesta. Maka, janganlah menggantungkan hidup pda makhluk  tetapi beergantunglah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa saja.

Oleh karena itu,  dapat saya simpulkan bahwa Kehancuran Moral, dalam tata kehidupan umat manusia pada umumnya  sudah sangat memprihatinkan dan perlu tindakan nyata sebagai langkah penyelamatan umat manusia yang tinggal di dalamnya agar tidak  di azab Allah Swt Tuhan Yang Maha Esa.

 

TTD

 

 

Wardi_Jien

 

" Mari kita Jadikan Kebenaran Sebagai Sumber Kekuatan dan Jangan Jadikan Kekuatan Yang Kita miliki sebagai Pembenaran, Kesalahan, ketidakadilan dan kebiadaban yang kita lakukan").