Ya bani adam demi Baithul Muqodas, Baithul Muharram, Baithul Makmur ketahuilah bahwa Sistem Pedoman Hidup Manusia Tri Falaq Tunggallistik merupakan suatu Ilmu Pengetahuan Ilmiah yang sangat dibutuhkan oleh kita semua sebagai sarana dan keinginan untuk menyelesaikan masalah Berbangsa, Bernegara, Beragama serta dalam membina rumah tangga di seluruh dunia dan khususnya di Indonesia.

Namun demikian, perlu kita sadari bersama bahwa kebanyakan kaum Intelektual saat ini sangat bangga atas kebenaran yang telah mereka kuasai tanpa adanya verifikasi  atas kebenaran ilmu yang mereka kuasai, apakah sesuai kehendak Tuhan atau bahkan mereka menganggap ilmu yang paling benar bahkan keadaan masyarakat saat ini Ini telah larut dalam Lautan Informasi Ilmu Pengetahuan yang menyesatkan yang datang dari luar Bangsa Indonesia yang merusak tatanan, moralitas, adat leluhur bangsa Indonesia bahkan merusak nilai-nilai ajaran yang berdampak pada nilai-nilai moralitas, nilai-nilai yang merusak hubungan antar sesama, mengancam keutuhan Bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk mengatasi hal tersebut di atas saya sebagai pencetus Ilmu Pendoman Hidup Manusia Tri Falaq Tunggallistik memandang perlu adanya perlengkapan penjelas yang mampu mengupas tuntas Sistem Pedoman Hidup Tri Falaq Tunggallistik agar tidak ada kesalahfahaman dan gagal memahami ilmu tersebut secara lengkap dan jelas antara lain melalui Gambar, Selebaran, Buku, Video, Audio, Situs Web, Youtube, Telegram, Tweeter, Facebook dan seterusnya agar lebih mudah disampaikan dan dipelajari, di diskusikan yang akhirnya semua menjadi jelas dan gamblang keberadaanya di masyarakat.

Maka dengan adanya Website Wardijien.com diharapkan kesimpangsiuran dan ketidaksamaan pemahaman tentang Pedoman Hidup Tri Falaq Tunggalistik di  masyarakat dapat teratasi dan terjawab dengan baik dan benar.

Perlu diketahui bahwa pencetus sebagai manusia biasa masih banyak kekurangan Ilmu Pengetahuan itu semua dikarenakan pencetus hanya lulusan dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia saja itupun hanya setingkat Magister (S2), pencetus belum pernah mondok di Pesantren atau sejenisnya bahkan pencetus hanya anak seorang petani biasa.

Namun demikian karena pencetus memiliki kemauan dan keinginan yang keras untuk membantu menyelesaikan permasalahan kehidupan umat manusia yaitu Krisis Akhlak, Moral, Kecerdasan/Politik, Ekonomi, Kepemimpinan, serta Persatuan Bangsanya yang sedang terpuruk dan maraknya tindakan kebiadaban dan pembiadaban manusia oleh manusia lain serta tindakkan pembinatangan oleh karena itu tercetuslah Sistem Pedoman Hidup Manusia Tri Falaq Tunggalistik dengan harapan manusia akan selamat dan bahagia dunia akhirat.    

 

"Janganlah menjadi orang buta menuntun orang buta yang kehilangan tongkatnya"